Kamis, 29 Desember 2016

ENTE SEHAT ?

Teroris
Ciri Teroris
Kalau terorisnya ketangkep, ente bilang pengalihan isu..
Kalau bomnya meledak, ente teriak, "Kapolrinya pecat !!"
Ente sehat?
 
Kalau terorisnya di dor mati, ente bilang pelanggaran HAM..
Kalau ditangkap hidup2, ente langsung baperan..
Ente jamuran ?
 
Kalau polisi bergerak cepat, ente bilang "ah, itu siasat.."
Kalau polisi sibuk mencari bukti, ente ribut, "harusnya dari dulu ditangkap.."
Otak ente lengkap ?
 
Kenapa tidak sedikitpun apresiasi
Bahwa Polri bekerja keras supaya aman negeri ini
Biar sedikitnya ente bersyukur
Karena mereka, ente bisa nyenyak tidur..
Setidaknya minumlah kopi
 
Jika sulit waras juga, coba periksa diri
Siapa tahu ente komplikasi
Panu, kurap ma ada kutil di hati..
Seruput, ya akhi...

Sumber: Denny Siregar

Bahagia Itu Ada Saat Berbagi

BeMelihat seorang teman yang selalu berbagi sepanjang hidupnya, sungguh menyenangkan. Ia terlihat sangat bahagia dan bukan bahagia yang berpura-pura dengan bungkusan materi. Jiwanya bahagia.

"Tidak akan pernah kekurangan orang yang selalu berbagi.." Katanya satu waktu ketika kami minum kopi bersama.

"Anggap saja begini.. Kita ini seperti saluran pipa dimana Tuhan adalah airnya.
Ketika saluran kita lancar mengalir kemana-mana, maka pipa itu sendiri akan terpelihara dengan baik. Dan tidak akan pernah kekurangan air, karena Tuhan mempercayai kita untuk menyalurkan rejekinya.

Tetapi beda ketika pipa kita mampet.
Maka air akan terkumpul di satu titik dan tempat berkumpulnya air itu akan memunculkan banyak kotoran. Ada lumut, ada pasir yang mengeras dan sebagainya. Akhirnya, pipa itu rusak dengan sendirinya..

Sama seperti jiwa kita. Ketika kita hanya mengumpulkan harta dan ilmu dan terikat dengannya sehingga sulit berbagi, maka jiwa akan rusak dan kita sulit menjadi manusia yang benar.

Karena sebenarnya fungsi manusia di dunia adalah untuk memanusiakan manusia lainnya.. "
Ah, kadang secangkir kopi mempunyai makna ketika kita terus mencari dimana kenikmatannya. Ingin kuseruput lagi bersamanya malam ini..

Selamat Natal, temanku.. Semoga engkau terus menjadi manusia yang apa adanya. "Sungguh celaka orang yang kikir. Di dunia mereka tidak bisa menikmati apa yang mereka cari dan di akhirat mereka harus mempertanggung-jawabkan semua yang mereka punya.."
- Imam Ali as -
Sumber: Denny Siregar

Refleksi Dalam Secangkir Kopi

Diri
Refleksi Diri
Semakin lama saya semakin paham. Bahwa kesuksesan itu bukan hanya bersifat materi. Kesehatan sampai sekarang tidak punya masalah besar, adalah kesuksesan. Anak yang pergaulannya baik2 saja, adalah kesuksesan.

Dan begitu banyak kesuksesan yang mendatangi hidupku yang tidak pernah kupikirkan, apalagi kusyukuri..

Saya juga belajar banyak..
Bahwa berhala itu sejatinya sudah bukan lagi patung2 yang disembah. Berhala itu sudah bermutasi dalam banyak hal. Ketampanan dan kecantikan adalah berhala. Harta dan jabatan juga adalah berhala.
Bahkan anak dan pasangan hidup juga berkembang menjadi berhala. Semakin kita merasa memilikinya, maka berhala itu semakin mengikat kita..

Begitu juga dengan kemiskinan..
Menempatkan kemiskinan hanya dalam ukuran materi, sungguh mengerdilkan artinya. Miskin ilmu adalah kemiskinan yang sesungguhnya. Miskin mental adalah musibah.

Dan yang menyedihkan adalah miskin akal. Akal yang menjadi anugerah yang diberikan Tuhan hanya kepada manusia, dimiskinkan dengan meninggikan kebanggaan terhadap diri dan golongan.

Hidup itu sesungguhnya bukan hanya dijalani, tetapi harus dipahami. Jalan saja tanpa paham akan membuat kita menjadi orang buta. Paham saja tanpa berjalan, akan membuat hidup kita sia-sia.

Mengamati hidup melalui secangkir kopi setiap pagi dan sore hari, membuat akal terus bergerak dan berfikir tentang semua arti. Dan arti yang paling ingin kucari adalah, "apa sebenarnya fungsiku di dunia ini ?"

Jadi teringat cerita lama ini..

Seseorang bertanya kepada Imam Ali as, "Wahai Imam, jelaskan padaku apa perbedaan takdir manusia dan takdir Tuhan.."

"Angkat salah satu kakimu.." kata Imam Ali. Orang itu mengangkat kaki kanannya..
"Itulah yang disebut takdir manusia, takdir sesuai kadarnya. Engkau yang memutuskan mengangkat kaki kananmu dan kesanalah takdirmu bergerak..Nah, sekarang angkat kedua kakimu.."
"Tidak mungkin bisa, ya Imam.."
"Itulah yang dinamakan takdir Tuhan, sebuah ketetapan seperti mati, jodoh dan rejeki. Tuhan menetapkan takdirNya, manusia mencapainya sesuai kadarnya.."
Ah, sore ini begitu indah ditemani rintik hujan dan secangkir kopi...

Sumber: Denny Siregar

Jokowi, Si Tukang Kayu

Presiden Jokowi
Jokowi di NTT
Wilayah Timur Indonesia sungguh berterimakasih pada Jokowi. Baru kali ini Presiden memperhatikan pembangunan menyeluruh wilayah-wilayah disana. Sesudah membangun gila2an infrastruktur dan menyamakan harga BBM di Papua, Nusa Tenggara Timur pun mendapat perhatian yang sama.

NTT adalah wajah dunia, karena ia berada di wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste. Sudah sejak lama kondisi perbatasan itu berada dalam kondisi yang menyedihkan - situasi yang sama di semua wilayah perbatasan Indonesia.

Maka dibangunlah pos perbatasan yang megah disana. Pembangunan ini penting, selain untuk membangun martabat bangsa juga menaikkan tingkat kepercayaan rakyat kepada negaranya.
Selain itu, benih radikalisme bermula dari rentannya perbatasan.

Kalau mempelajari Suriah, maka kita akan melihat bahwa perbatasan Suriah dan Turki menjadi perang ideologi sebelum memulai perang sesungguhnya. Pasokan senjata untuk pemberontak dan seluruh kejahatan berawal disana. Ditambah miskinnya rakyat, maka sempurnalah perbatasan menjadi ladang subur terorisme.

Maka selain meningkatkan kebanggaan akan pos perbatasan, Jokowi menyelesaikan masalah besar yang selama ini membonsai kehidupan ekonomi masyarakat NTT. Ia tidak membangun proyek mercusuar seperti bandara, tetapi mengatasi kelangkaan masalah air yang selalu melanda NTT dengan membangun 7 waduk sekaligus.

Pembangunan 7 waduk ini akan menjadi anugerah bagi NTT yang mengalami musim hujan yang pendek. NTT termasuk wilayah yang sering mengalami darurat kekeringan. Jika irigasi di NTT bagus, maka wilayah itu akan menjadi hijau dan mudah ditanami sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat disana.

Kalau sudah pada kenyang, untuk apa jadi radikal ?
Perhatikan, Jokowi membangun daerah sesuai kebutuhan dasarnya bukan sekedar seremonial saja..
Kebutuhan dasar lain yang terus digarap Jokowi adalah listrik. Di Kupang sendiri sudah mendarat kapal pembangkit listrik yang akan memasok listrik ke banyak wilayah NTT. Jokowi menargetkan, tahun 2018 seluruh wilayah NTT sudah harus berlistrik. Dengan adanya listrik, maka investor juga akan minat untuk berinvestasi disana..

Jika seluruh kebutuhan dasar itu terbangun, maka NTT akan kembali bangkit dari keterpinggiran selama ini. Bisa jadi ke depan, wilayah2 yang makmur bukan di Jawa tetapi di wilayah Timur, sehingga Jawa yang tadinya sesak pada pindah ke sana mencari kehidupan yang lebih baik.

Sebenarnya apa yang dilakukan Jokowi tidak hebat. Itu adalah hal yang seharusnya sejak lama dilakukan. Hanya karena pemimpin kita suka kosmetik, maka wajar negara ini tertinggal puluhan tahun bahkan dari negara tetangga.

Jokowi memang bukan pemimpin kosmetik. Ia layaknya seorang tukang kayu, memperhatikan dulu akar masalahnya di sebuah wilayah itu apa, baru kemudian memperbaikinya supaya lebih kuat.

Beda dengan penimpin kosmetik. Sudah tahu kaki kursinya rusak, bukannya diperbaiki malah dibungkus dengan lapisan kursi dari bahan yang mahal - supaya dapat fee. Dikira bagus, kursipun diduduki. Eh, patah...

Sebagai hadiah terakhir untuk masyarakat NTT, Jokowi membagikan lebih dari 1000 sertifikat tanah kepada warga perbatasan. Ah, manisnya...

Itulah yang kita butuhkan sekarang ini, pemimpin yang pekerja dan memahami pekerjaannya.
Bayangkan seandainya Jokowi di depan masyarkat NTT berkata, "Untuk mengatasi banjir..ya, digusur bagus, ngga digusur juga lebih baik. Mungkin NTT harus mengapung sebagai the only solution... "

The Avengers langsung meminum kopinya perlahan2, takut menyakiti..

Sumber: Denny Siregar

Rabu, 28 Desember 2016

INDIKATOR INDEKS DIMENSI UTAMA

http://datin.kemendesa.go.id/pusdatin/simpora1/rpt_ipd_desa_2000smry.phphttp://datin.kemendesa.go.id/pusdatin/simpora1/rpt_ipd_desa_2000smry.php

INDIKATOR INDEKS DIMENSI UTAMA



nama provinsi
nama kabupaten
Kecamatan
Desa
Tahun
Indeks
Pembangunan
Desa
Indeks
Pelayanan
Dasar
Indeks Kondisi
Infrastruktur
Indeks
Aksesibilitas/
Transportasi
Indeks
Pelayanan
Publik
Indeks
Penyelenggaraan
Pemerintah
Status Desa
BALIKABUPATEN GIANYARBLAHBATUHSABA201560.0074.0051.0053.0048.0066.00BERKEMBANG
PERING201564.0073.0065.0051.0049.0077.00BERKEMBANG
KERAMAS201564.0078.0073.0032.0055.0067.00BERKEMBANG
BELEGA201559.0074.0063.0027.0055.0063.00BERKEMBANG
BLAHBATUH201578.0080.0076.0084.0068.0074.00MANDIRI
BURUAN201569.0076.0058.0062.0074.0083.00BERKEMBANG
BEDULU201574.0080.0071.0060.0072.0090.00BERKEMBANG
MEDAHAN201563.0074.0069.0032.0061.0078.00BERKEMBANG
BONA201566.0073.0071.0056.0054.0067.00BERKEMBANG
GIANYARTULIKUP201574.0074.0065.0087.0074.0070.00BERKEMBANG
SIDAN201569.0079.0055.0087.0049.0063.00BERKEMBANG
LEBIH201564.0074.0060.0056.0055.0071.00BERKEMBANG
BABAKAN201567.0078.0061.0057.0068.0063.00BERKEMBANG
SIANGAN201561.0074.0046.0057.0060.0067.00BERKEMBANG
SUWAT201565.0072.0066.0062.0041.0073.00BERKEMBANG
PETAK201566.0073.0058.0074.0055.0063.00BERKEMBANG
SERONGGA201568.0076.0062.0054.0068.0086.00BERKEMBANG
PETAK KAJA201566.0073.0059.0063.0055.0073.00BERKEMBANG
TEMESI201571.0078.0061.0085.0055.0066.00BERKEMBANG
SUMITA201563.0070.0061.0062.0043.0073.00BERKEMBANG
TEGAL TUGU201564.0078.0054.0054.0055.0076.00BERKEMBANG
PAYANGANMELINGGIH201577.0078.0072.0085.0080.0073.00MANDIRI
KELUSA201563.0069.0047.0074.0049.0077.00BERKEMBANG
BUKIAN201560.0065.0043.0064.0062.0077.00BERKEMBANG
PUHU201568.0075.0052.0076.0068.0070.00BERKEMBANG
BUAHAN201567.0073.0050.0077.0068.0067.00BERKEMBANG
KERTA201564.0066.0039.0079.0061.0088.00BERKEMBANG
MELINGGIH KELOD201572.0071.0061.0090.0068.0070.00BERKEMBANG
BUAHAN KAJA201562.0069.0033.0079.0068.0070.00BERKEMBANG
BRESELA201558.0064.0033.0066.0068.0070.00BERKEMBANG
SUKAWATIBATUBULAN201587.0088.0081.0092.0080.0093.00MANDIRI
KETEWEL201581.0076.0084.0092.0074.0079.00MANDIRI
GUWANG201576.0078.0071.0089.0062.0077.00MANDIRI
SUKAWATI201577.0080.0091.0059.0068.0083.00MANDIRI
CELUK201575.0072.0073.0074.0087.0073.00BERKEMBANG
SINGAPADU201576.0086.0073.0063.0074.0080.00MANDIRI
BATUAN201577.0078.0080.0087.0061.0067.00MANDIRI
KEMENUH201570.0073.0079.0060.0067.0067.00BERKEMBANG
BATUBULAN KANGIN201574.0076.0059.0092.0067.0079.00BERKEMBANG
SINGAPADU TENGAH201568.0074.0066.0062.0068.0067.00BERKEMBANG
SINGAPADU KALER201567.0077.0063.0063.0061.0063.00BERKEMBANG
BATUAN KALER201571.0074.0066.0077.0055.0080.00BERKEMBANG
TAMPAKSIRINGPEJENG201573.0080.0079.0064.0055.0077.00BERKEMBANG
SANDING201573.0078.0060.0092.0054.0074.00BERKEMBANG
TAMPAKSIRING201576.0080.0074.0085.0062.0067.00MANDIRI
MANUKAYA201575.0081.0071.0089.0049.0067.00BERKEMBANG
PEJENG KAWAN201554.0075.0055.0034.0043.0037.00BERKEMBANG
PEJENG KAJA201570.0072.0062.0095.0041.0067.00BERKEMBANG
PEJENG KANGIN201565.0076.0060.0063.0055.0053.00BERKEMBANG
PEJENG KELOD201571.0072.0064.0090.0049.0067.00BERKEMBANG
TEGALALLANGKELIKI201566.0072.0068.0061.0049.0074.00BERKEMBANG
TEGALLALANG201581.0080.0083.0085.0074.0080.00MANDIRI
KENDERAN201559.0070.0037.0063.0049.0080.00BERKEMBANG
KEDISAN201565.0076.0053.0063.0062.0065.00BERKEMBANG
PUPUAN201556.0073.0027.0066.0041.0070.00BERKEMBANG
SEBATU201574.0074.0063.0092.0062.0074.00BERKEMBANG
TARO201563.0067.0055.0066.0049.0080.00BERKEMBANG
UBUDLODTUNDUH201571.0079.0073.0062.0068.0063.00BERKEMBANG
MAS201584.0088.0081.0091.0074.0080.00MANDIRI
SINGAKERTA201572.0078.0081.0062.0062.0066.00BERKEMBANG
KEDEWATAN201576.0072.0081.0088.0061.0066.00MANDIRI
PELIATAN201580.0080.0090.0084.0048.0080.00MANDIRI
PETULU201572.0072.0089.0062.0061.0063.00BERKEMBANG
SAYAN201572.0077.0082.0063.0055.0067.00BERKEMBANG
Page Total (64 detail records)