Kamis, 05 Januari 2017

Ribut-ribut STNK & BPKB

BPKB
Kenaikan Biaya STNK dan BPKB
Saya tuh agak males bahas masalah-masalah kecil seperti masalah kenaikan STNK dan BPKB. Kenapa males, karena isu ini diangkat oleh mereka yang tidak suka apapun yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Mereka selalu nyari2 kesalahan sekecil apapun untuk diangkat, karena tidak ada lagi kesalahan besar yang harus dihantamkan.

Dan media mainstream pun sekarang mengikuti pergerakan medsos, dimana ada topik yang trending maka mereka akan mengangkatnya. Bahkan jika medsos ribut masalah kancing jas Jokowi pun, media mainstream akan ikut membahas.

Lah, gimana? Kalau ga bahas itu nanti gada yang nge-klik berita mereka, sedangkan mereka bekerja berdasarkan berapa klik yang mereka terima terhadap berita karena itu berhubungan dengan iklan.

Kenaikan STNK dan BPKB itu sebenarnya biasa banget. Wong dari tahun 2010 gak naik, sedangkan material bahan sudah naik kemana2.

Lagian kan yang disasar orang mampu, masak dah punya motor masih mau dibilang gak mampu sehh.. miskin amat. Lagian kenaikannya juga gak tinggi2 amat dan bukan kebutuhan pokok yang harus dibeli setiap hari seperti BBM.

Jadi apa yang dipermasalahkan? Permasalahan itu menjadi besar karena ada sekelompok orang yang ingin mempermasalahkannya.

Kalau pun Jokowi akhirnya bersuara supaya kenaikan itu tidak setinggi sekarang, ya itu tugas beliau. Tugas beliau kan menenangkan, sedangkan teknisnya diurus anak buahnya. Jadi wajar juga..

Jadi begini saja sederhananya..
Ribut di masalah yang diributkan oleh mereka yang percaya Equil adalah minuman keras, makan Sari roti menggerus akidah dan Monas bisa menampung 7 juta orang adalah sesuatu banget. Acuhkan saja, kalau perlu telepon 411 atau 212 minta deliperi Fitsa Hats...
Yang pake ciiiissss ya..
Sumber: Denny Siregar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar